Genre : Romance, tragedy
cast :
1.
Kim Ki bum SJ a.k.a kim Ki Bum
2.
Lee Dong Hae SJ a.k.a Lee Dong hae
3.
Han hyo Joo a.k.a Park Yoo Ri
4.
Kim tae Hee a.k.a Kim Ha Na
Now Start>>>>
Agustus 2011, Musim dingin yang
sangat dingin, Di Makam Park Yoo RI
“Sejak kematiannya, aku selalu
merasa kesepian, aku selalu mengingat dirinya sahabatku Park Yoo Ri. Dia adalah
orang yang baik, cerian dan juga cantik, Bukankah kauberfikir seperti itu Dong
Hae. “ kata Ha Na.
“Ne, dia gadis yang baik..aku
masih ingat waktu dia pertama kali bertemu dengan sahabtaku kibum, Dia begitu
malu dan salah tingkah. Namun sayang,setelah mereka berpacaran kibum
meninggal. Aku sangat sedih saat
sahabatku meninggal dan kini kejadian itu terulang lagi...” Jawab Dong Hae
sambil menahan air matanya.
“Yoo Ri ! kenapa kau pergi
begitu cepat ? kau jahat padaku ,Yoo Ri..” tangis ha Na sembari memegang nisan
Sahabatnya itu. Dong hae mendekatinya dan memeluknya erat-erat “Sudahlah, jangan menangis..kau tahu Yoo Ri
tidak akan tenang kalau kau menangis seperti ini. “
Tak berapa lama setelah itu,
Mereka berdua meninggalkan makam itu. “Ha Na, kau pasti sangat menyayanginya,
bisakah kau ceritakan padaku hal-hal menarik yang kau alami dengan Yoo Ri..? Meskipun
dia sahabatku tapi aku tak terlalu mengenalnya, dia begitu tertutup terhadap
pria,Kau maukan menceritakannya ? Tapi kalau kau tidak mau, juga tidak
apa-apa.” Kata Dong Hae. “Mungkin aku bisa menceritakannya padamu, dari mana
aku mulai ya..Setahun sebelum kematiaanya..saat itu musim dingin dia
benar-benar begitu ceria..dia sedang membuatkan coklat panas dengan wajah yang
sangat berseri-seri, namun tiba-tiba sesuatu terjadi padanya..mungkin saat
itulah dia mulai mengetahui penyakitnya.”
FlashBack>>>>
Setahun sebelum kematian Yoo RI....
Setahun sebelum kematian Yoo RI....
“Huh dingin sekali hari ini,
Yoo RI apa kau tidak kedinginan ?” Tanya Kim ha na pada sahabatnya Yoo Ri.
“Tidak, akukan berdiri di dekat kompor, disini hangat. “ jawab yoo ri.
"Kau sedang membuat apa ?” tanya ha na. “Coklat panas, hmmt ini enak
sekali, kau harus mencobanya..”kata Yoo Ri.
“Baiklah, apa sudah jadi ?”
Kata ha Na dan diapun menghampiri Yoo Ri. “Ah kau benar sekali disini hangat,
Hmmt harum sekali. Aku sudah tidak sabar mencicipinya.” Kata Ha Na.
“Sudah Jadi, silahkan !” Kata
Yoo Ri. “Wah, Gomawo..hmmt, enak sekali, kau pintar sekali membuatnya.” Kata ha
Na. “Ah, ini sangat mudah kau juga bisa
membuatnya.” Kata Yoo Ri senang. “mungkin aku bisa membuatnya..tapi mungkin
tidak akan seenak buatanmu.” Kata Ha Na merayu. “Sudahlah hentikan, kau
membuatku malu. “ perintah Yoo Ri.
“Wah..aku merayumu saja kau malu, bagaimana kalau ada
namja yang merayu..mungkin kau akan pingsan.” Kata ha Na. “Mwo ? Ah itu tidak
mungkin..” jawab Yoo Ri. Mereka berdua tertawa bersama, namun tiba-tiba keluar
darah dari hidung Yoo Ri. “Yoo Ri, kau kenapa ?” Tanya Ha Na khawatir. “ Tidak
apa-apa.” Jawab Yoo Ri sembari lari menuju kamar kecil.
Dikamar kecil Yoo Ri berbicara
pada dirinya sendiri, dia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.”Park
Yoo RI, kau ini kenapa ? Apa mungkin aku terlalu lelah ya ? Apakah menjadi
seorang mahasiswi, seberat ini ? Oh..Aigoo.” keluh Yoo Ri.
“Yoo Ri apa kau tidak apa-apa ?
Yoo Ri...Yoo Ri...” Panggil Ha Na dari luar kamar kecil. “Aku tidak
apa-apa..mungkin aku hanya kelelahan saja.” Jawab sebuah suara dari dalam kamar
kecil yang tidak lain adalah Yoo Ri. Beberapa menit kemudian, Yoo Ri keluar
dari kamar kecil, wajahnya terlihat pucat namun tetap ceria.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“Yoo Ri yang ku kenal adalah
seorang gadis yang kuat dia tidak pernah mengeluh dan dia selalu yakin dengan
yang ia lakukan.Bulan berikutnya aku melihat ada tanda-tanda aneh yang terjadi
pada dirinya, dia sering sekali tidak sadarkan diri dan sering sekali mimsan.
Namun, ketika aku bilang akan merawatnya, dia malah melarangku dan dia bilang
bahwa dia tidak apa-apa.” . Kata ha Na
menerangkan pada Donghae
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
>>>>>
September 2010
“Ha na, hari ini aku mau
mengunjungi seorang nenek yang aku temui kemarin, apa kau mau ikut ?” Tanya Yoo
Ri. “tentu saja aku ikut, aku punya banyak kue dikulkas. Bagaimana kalau kita
membawa beberapa kue ?” Ajak ha Na. “Ah..ide yang bagus..” jawab Yoo Ri. Namun
tiba-tiba Kepala Yoo Ri terasa sakit “Arggh..ada apa denganku ? kenapa aku
pusing sekali ? Argh..sakit sekali..Eomma..appa..ha na..Arghh..” Kata Yoo Ri
sambil memegang kepalanya. Yoo Ri terus mengerang kesakitan sampai akhirnya dia
tidak sadarkan diri. Ha na ingin sekali membawa sahabatnya itu kerumah sakit
tapi Yoo Ri melarangnya. Air mata ha na tiba-tiba saja menetes membasahi
pipinya, Dia memegang tangan sahabatnya itu dan terus berdoa.
Tak beberapa lama setelah itu
Yoo Ri terbangun dari tidurnya dan mengelus-elus rambut Ha na..”Apa kau
menangis ? Jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir.” Kata Yoo
Ri lemas. “Ya!! Apa kau ini tidak tau betapa khawatirnya aku..ayo kita kerumah
sakit..apa kau tidak ingin kau sembuh ?” tanya ha na. “Aku tidak sakit ha Na,
aku hanya kurang tidur dan kelelahan saja/” jawab Yoo Ri sembari tersenyum.
“Kau ini benar-benar keras kepala Yoo Ri.” Kata Ha na. “memang itulah
diriku..Oh bukankan kita harus mengunjungi nenek. “Kata yoo Ri yang tiba-tiba
terbangun dari sofa yang ia tiduri selama tidak sadarkan diri tadi. “Bukankah
besok masih bisa ? kaukan sedang sakit..istirahatlah dahulu !” Perintah Ha na.
“Tidak bisa, besok aku ada janji dengan
seorang namja.,,ups” Tiba-tiba Yoo Ri membekap mulutnya dengan tangannya
sendiri. “Mwo ? namja ? Ah..rupanya kau sudah punya namjachingu..” kata ha na
menggoda Yoo Ri. “eh..hmmmt...Aniyo..dia bukan namjachinguku..dia hanya teman
kuliahku saja dia sahabat baik donghae..sudahlah, ayo ..”kata Yoo Ri
mengalihkan pembicaraan. “Ne, lihat wajahmu menjadi merah..” Kata Ha Na. “Sudah
hentikan, kau selalu membuatku malu.” Jawab Yoo Ri sembari memegang wajahnya.
“ah kita sampai.ini rumahnya,
Ayo masuk.” Ajak Yoo Ri. “Nenek..kau di dalam ?” Panggil Yoo RI dari luar rumah
nenek itu. Rumahnya masih sangat tradisional namun luas. “Iya, aku
datang..tunggu sebentar. “ Jawab sebuah suara dari dalam rumah tradisional itu.
Seorang nenek yang membawa tongkat dan mengenakan hanbok berwarna hijau tua dan
hitam keluar dari rumah tradisional itu. Nenek itu ramah dan terlihat masih
sehat maupun usianya kini sudah hampir 100 tahun. Cukup lama mereka berdua di
rumah nenek tua itu dan akhirnya mereka berpamitan pulang.
“Yoo Ri, besok kau akan bertemu
dengan siapa ? Ayolah beritahu aku siapa
namanya ?” Tanya Ha Na merayu. “itu rahasia..nati kau pasti akan tahu siapa
dia. Ayo cepat..” Jawb Yoo Ri.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“Mungkin orang yang akan dia
temui adalah kibum, sahabatmu yang sudah meninggal. Yoo Ri tidak mau
menceritakan siapa yang dia temui, sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa
Yoo Ri masuk rumah sakit akibat kecelakaan yang dialami kibum. Dong hae,
bukankah kau juga datang saat itu ?” tanya Ha Na. “Ne, aku tidak mungkin lupa
saat itu hari terakhir aku bisa melihat kibum.” Jawab Donghae.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“Ha na..aku pergi dulu...” Kata
Yoo Ri. “Ne, hati-hati ya..” balas Ha na. Yoo Ri keluar dari rumah itu dan
menunggu di depan rumahnya/
*ingatan Yoo Ri......
“Ommona, kenapa jantungku
berdebar kencang sekali..tenang..tenang Park Yoo Ri.” Gumamku pelan. Aku sedang
menunggu seorang namja yang menurutku dia sangat tampan dan pintar. “Oh itu
dia..YA !!!” panggilku kepada namja itu. “Kau sudah lama menungguku ? Jeongmal
mianhae...Donghae menyuruhku membantunya sebentar,,kau tidak marahkan ?”
tanyanya sembari mengaca-ngacak rambutku. “Ani..oppa..” Jawabku malu-malu.
“Ayo..aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat yang sangat indah. Aku yakin kau
pasti menyukainya.” Ajaknya ramah. Namja itu memegang tanganku erat sekali. Apakah
oppa menyukaiku ? pikirku. Kami menuju kesebuah tempat yang bisa
dibilang romantis.
“oppa, kenapa disini sepi sekali
? apakah hanya kita berdua ?” tanyaku polos. Kibum oppa tersenyum setelah itu
dia mengatakan sesuatu “Ne, hanya kita berdua, apa kau tidak suka ?”tanyanya.
“Ani..aku suka tempat ini.” Jawabku malu. “Yoo Ri, aku ingin menanyakan sesuatu
padamu, bolehkah ?” tanyanya sehingga itu membuat jantungku berdebar kencang.
“Ah..ne..waeyo oppa ?” Jawabku. “Apakah kau mempunyai seseorang yang kau suka
?”tanyanya tiba-tiba. Aku bingung harus menjawab apa sepertinya wajahku mulai memerah
dan Oppa masih terus melihatku. “A...a...aku tidak tau..mungkin ada mungkin
juga tidak..” Jawabku. Kali ini dia benar-benar membuatku terkejut, Dia
memegang wajahku dan memalingkan kearahnya, mungkin karena aku dari tadi sama
sekali tidak melihatnya. “Yoo Ri..bagaimana jika ada seorang pria yang
menyatakan cintanya padamu ? apa kau akan menerimanya ?” tanyanya. Aku merasa
gugup sekali dan saat aku akan mengatakan sesuatu tiba-tiba kibum oppa
menciumku. Hatiku berdebar semakin kencang, Dia mulai melepaskan ciuman dan
berbisik padaku.” saranghaeyo.”
”Nado saranghaeyo oppa.”
Kataku. Kibum Oppa memelukku erat sekali, aku tersenyum kecil, terkejut,bahagia
mungkin itu perasaanku sekarang. “Sekarang kita sudah menjadi sepasang
kekasih..jadi kau harus baik padaku. “ katanya. “ne, oppa.” Jawabku. Namun
entah kenapa disaat seperti perasaan khawatir tiba-tiba saja datang.
kami mulai berjalan pulang, aku
melihat kearah kibum oppa..dia begitu tenang dan terus tersenyum. Dia berbalik
menatapku dan menagacak-ngacak rambutku. Tak sadar aku sudah berada di depan
rumahku. “Istirahatlah..kau pasti lelah. “ Katanya dan diapun memelukku.
Pelukan yang sangat hangat yang tidak ingin sama sekali aku lepaskan.
“Masuklah..disini dingin. “ Katanya. “Ani..aku akn menuggu oppa pergi dulu.
“Jawabku. “Baiklah kalau begitu, Annyeong..chagiya.” Katanya sambil melambaikan
tangan. Akupun berbalik dan segera membuka pintu halaman depanku. Tapi sebuah
suara yang begitu keras mengehentikanku..
DAG..BRAKK..BRUKK
(?)................
TBC...
TBC...
No comments:
Post a Comment