Thursday, November 24, 2011

Memories (Chapter 1)


Genre : Romance, tragedy             
cast :
1.      Kim Ki bum SJ a.k.a kim Ki Bum
2.      Lee Dong Hae SJ a.k.a Lee Dong hae
3.      Han hyo Joo a.k.a Park Yoo Ri
4.      Kim tae Hee a.k.a Kim Ha Na
Now Start>>>>
Agustus 2011, Musim dingin yang sangat dingin, Di Makam Park Yoo RI
“Sejak kematiannya, aku selalu merasa kesepian, aku selalu mengingat dirinya sahabatku Park Yoo Ri. Dia adalah orang yang baik, cerian dan juga cantik, Bukankah kauberfikir seperti itu Dong Hae. “ kata Ha Na.
“Ne, dia gadis yang baik..aku masih ingat waktu dia pertama kali bertemu dengan sahabtaku kibum, Dia begitu malu dan salah tingkah. Namun sayang,setelah mereka berpacaran kibum meninggal.  Aku sangat sedih saat sahabatku meninggal dan kini kejadian itu terulang lagi...” Jawab Dong Hae sambil menahan air matanya.
“Yoo Ri ! kenapa kau pergi begitu cepat ? kau jahat padaku ,Yoo Ri..” tangis ha Na sembari memegang nisan Sahabatnya itu. Dong hae mendekatinya dan memeluknya erat-erat  “Sudahlah, jangan menangis..kau tahu Yoo Ri tidak akan tenang kalau kau menangis seperti ini. “
Tak berapa lama setelah itu, Mereka berdua meninggalkan makam itu. “Ha Na, kau pasti sangat menyayanginya, bisakah kau ceritakan padaku hal-hal menarik yang kau alami dengan Yoo Ri..? Meskipun dia sahabatku tapi aku tak terlalu mengenalnya, dia begitu tertutup terhadap pria,Kau maukan menceritakannya ? Tapi kalau kau tidak mau, juga tidak apa-apa.” Kata Dong Hae. “Mungkin aku bisa menceritakannya padamu, dari mana aku mulai ya..Setahun sebelum kematiaanya..saat itu musim dingin dia benar-benar begitu ceria..dia sedang membuatkan coklat panas dengan wajah yang sangat berseri-seri, namun tiba-tiba sesuatu terjadi padanya..mungkin saat itulah dia mulai mengetahui penyakitnya.”
FlashBack>>>>
Setahun sebelum kematian Yoo RI....
“Huh dingin sekali hari ini, Yoo RI apa kau tidak kedinginan ?” Tanya Kim ha na pada sahabatnya Yoo Ri. “Tidak, akukan berdiri di dekat kompor, disini hangat. “ jawab yoo ri. "Kau sedang membuat apa ?” tanya ha na. “Coklat panas, hmmt ini enak sekali, kau harus mencobanya..”kata Yoo Ri.
“Baiklah, apa sudah jadi ?” Kata ha Na dan diapun menghampiri Yoo Ri. “Ah kau benar sekali disini hangat, Hmmt harum sekali. Aku sudah tidak sabar mencicipinya.” Kata Ha Na.
“Sudah Jadi, silahkan !” Kata Yoo Ri. “Wah, Gomawo..hmmt, enak sekali, kau pintar sekali membuatnya.” Kata ha Na. “Ah, ini sangat mudah  kau juga bisa membuatnya.” Kata Yoo Ri senang. “mungkin aku bisa membuatnya..tapi mungkin tidak akan seenak buatanmu.” Kata Ha Na merayu. “Sudahlah hentikan, kau membuatku malu. “ perintah Yoo Ri.
“Wah..aku merayumu saja kau malu, bagaimana kalau ada namja yang merayu..mungkin kau akan pingsan.” Kata ha Na. “Mwo ? Ah itu tidak mungkin..” jawab Yoo Ri. Mereka berdua tertawa bersama, namun tiba-tiba keluar darah dari hidung Yoo Ri. “Yoo Ri, kau kenapa ?” Tanya Ha Na khawatir. “ Tidak apa-apa.” Jawab Yoo Ri sembari lari menuju kamar kecil.

Dikamar kecil Yoo Ri berbicara pada dirinya sendiri, dia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.”Park Yoo RI, kau ini kenapa ? Apa mungkin aku terlalu lelah ya ? Apakah menjadi seorang mahasiswi, seberat ini ? Oh..Aigoo.” keluh Yoo Ri.
“Yoo Ri apa kau tidak apa-apa ? Yoo Ri...Yoo Ri...” Panggil Ha Na dari luar kamar kecil. “Aku tidak apa-apa..mungkin aku hanya kelelahan saja.” Jawab sebuah suara dari dalam kamar kecil yang tidak lain adalah Yoo Ri. Beberapa menit kemudian, Yoo Ri keluar dari kamar kecil, wajahnya terlihat pucat namun tetap ceria.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
“Yoo Ri yang ku kenal adalah seorang gadis yang kuat dia tidak pernah mengeluh dan dia selalu yakin dengan yang ia lakukan.Bulan berikutnya aku melihat ada tanda-tanda aneh yang terjadi pada dirinya, dia sering sekali tidak sadarkan diri dan sering sekali mimsan. Namun, ketika aku bilang akan merawatnya, dia malah melarangku dan dia bilang bahwa dia tidak apa-apa.” .  Kata ha Na menerangkan pada Donghae
 >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> >>>>>
September 2010
“Ha na, hari ini aku mau mengunjungi seorang nenek yang aku temui kemarin, apa kau mau ikut ?” Tanya Yoo Ri. “tentu saja aku ikut, aku punya banyak kue dikulkas. Bagaimana kalau kita membawa beberapa kue ?” Ajak ha Na. “Ah..ide yang bagus..” jawab Yoo Ri. Namun tiba-tiba Kepala Yoo Ri terasa sakit “Arggh..ada apa denganku ? kenapa aku pusing sekali ? Argh..sakit sekali..Eomma..appa..ha na..Arghh..” Kata Yoo Ri sambil memegang kepalanya. Yoo Ri terus mengerang kesakitan sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri. Ha na ingin sekali membawa sahabatnya itu kerumah sakit tapi Yoo Ri melarangnya. Air mata ha na tiba-tiba saja menetes membasahi pipinya, Dia memegang tangan sahabatnya itu dan terus berdoa.
Tak beberapa lama setelah itu Yoo Ri terbangun dari tidurnya dan mengelus-elus rambut Ha na..”Apa kau menangis ? Jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir.” Kata Yoo Ri lemas. “Ya!! Apa kau ini tidak tau betapa khawatirnya aku..ayo kita kerumah sakit..apa kau tidak ingin kau sembuh ?” tanya ha na. “Aku tidak sakit ha Na, aku hanya kurang tidur dan kelelahan saja/” jawab Yoo Ri sembari tersenyum. “Kau ini benar-benar keras kepala Yoo Ri.” Kata Ha na. “memang itulah diriku..Oh bukankan kita harus mengunjungi nenek. “Kata yoo Ri yang tiba-tiba terbangun dari sofa yang ia tiduri selama tidak sadarkan diri tadi. “Bukankah besok masih bisa ? kaukan sedang sakit..istirahatlah dahulu !” Perintah Ha na.
 “Tidak bisa, besok aku ada janji dengan seorang namja.,,ups” Tiba-tiba Yoo Ri membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. “Mwo ? namja ? Ah..rupanya kau sudah punya namjachingu..” kata ha na menggoda Yoo Ri. “eh..hmmmt...Aniyo..dia bukan namjachinguku..dia hanya teman kuliahku saja dia sahabat baik donghae..sudahlah, ayo ..”kata Yoo Ri mengalihkan pembicaraan. “Ne, lihat wajahmu menjadi merah..” Kata Ha Na. “Sudah hentikan, kau selalu membuatku malu.” Jawab Yoo Ri sembari memegang wajahnya.
“ah kita sampai.ini rumahnya, Ayo masuk.” Ajak Yoo Ri. “Nenek..kau di dalam ?” Panggil Yoo RI dari luar rumah nenek itu. Rumahnya masih sangat tradisional namun luas. “Iya, aku datang..tunggu sebentar. “ Jawab sebuah suara dari dalam rumah tradisional itu. Seorang nenek yang membawa tongkat dan mengenakan hanbok berwarna hijau tua dan hitam keluar dari rumah tradisional itu. Nenek itu ramah dan terlihat masih sehat maupun usianya kini sudah hampir 100 tahun. Cukup lama mereka berdua di rumah nenek tua itu dan akhirnya mereka berpamitan pulang.
“Yoo Ri, besok kau akan bertemu dengan siapa ? Ayolah beritahu aku  siapa namanya ?” Tanya Ha Na merayu. “itu rahasia..nati kau pasti akan tahu siapa dia. Ayo cepat..” Jawb Yoo Ri.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
“Mungkin orang yang akan dia temui adalah kibum, sahabatmu yang sudah meninggal. Yoo Ri tidak mau menceritakan siapa yang dia temui, sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa Yoo Ri masuk rumah sakit akibat kecelakaan yang dialami kibum. Dong hae, bukankah kau juga datang saat itu ?” tanya Ha Na. “Ne, aku tidak mungkin lupa saat itu hari terakhir aku bisa melihat kibum.” Jawab Donghae.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
“Ha na..aku pergi dulu...” Kata Yoo Ri. “Ne, hati-hati ya..” balas Ha na. Yoo Ri keluar dari rumah itu dan menunggu di depan rumahnya/
*ingatan Yoo Ri......
“Ommona, kenapa jantungku berdebar kencang sekali..tenang..tenang Park Yoo Ri.” Gumamku pelan. Aku sedang menunggu seorang namja yang menurutku dia sangat tampan dan pintar. “Oh itu dia..YA !!!” panggilku kepada namja itu. “Kau sudah lama menungguku ? Jeongmal mianhae...Donghae menyuruhku membantunya sebentar,,kau tidak marahkan ?” tanyanya sembari mengaca-ngacak rambutku. “Ani..oppa..” Jawabku malu-malu. “Ayo..aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat yang sangat indah. Aku yakin kau pasti menyukainya.” Ajaknya ramah. Namja itu memegang tanganku erat sekali. Apakah oppa menyukaiku ? pikirku. Kami menuju kesebuah tempat yang bisa dibilang romantis.
“oppa, kenapa disini sepi sekali ? apakah hanya kita berdua ?” tanyaku polos. Kibum oppa tersenyum setelah itu dia mengatakan sesuatu “Ne, hanya kita berdua, apa kau tidak suka ?”tanyanya. “Ani..aku suka tempat ini.” Jawabku malu. “Yoo Ri, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, bolehkah ?” tanyanya sehingga itu membuat jantungku berdebar kencang. “Ah..ne..waeyo oppa ?” Jawabku. “Apakah kau mempunyai seseorang yang kau suka ?”tanyanya tiba-tiba. Aku bingung harus menjawab apa sepertinya wajahku mulai memerah dan Oppa masih terus melihatku. “A...a...aku tidak tau..mungkin ada mungkin juga tidak..” Jawabku. Kali ini dia benar-benar membuatku terkejut, Dia memegang wajahku dan memalingkan kearahnya, mungkin karena aku dari tadi sama sekali tidak melihatnya. “Yoo Ri..bagaimana jika ada seorang pria yang menyatakan cintanya padamu ? apa kau akan menerimanya ?” tanyanya. Aku merasa gugup sekali dan saat aku akan mengatakan sesuatu tiba-tiba kibum oppa menciumku. Hatiku berdebar semakin kencang, Dia mulai melepaskan ciuman dan berbisik padaku.” saranghaeyo.”
”Nado saranghaeyo oppa.” Kataku. Kibum Oppa memelukku erat sekali, aku tersenyum kecil, terkejut,bahagia mungkin itu perasaanku sekarang. “Sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih..jadi kau harus baik padaku. “ katanya. “ne, oppa.” Jawabku. Namun entah kenapa disaat seperti perasaan khawatir tiba-tiba saja datang.
kami mulai berjalan pulang, aku melihat kearah kibum oppa..dia begitu tenang dan terus tersenyum. Dia berbalik menatapku dan menagacak-ngacak rambutku. Tak sadar aku sudah berada di depan rumahku. “Istirahatlah..kau pasti lelah. “ Katanya dan diapun memelukku. Pelukan yang sangat hangat yang tidak ingin sama sekali aku lepaskan. “Masuklah..disini dingin. “ Katanya. “Ani..aku akn menuggu oppa pergi dulu. “Jawabku. “Baiklah kalau begitu, Annyeong..chagiya.” Katanya sambil melambaikan tangan. Akupun berbalik dan segera membuka pintu halaman depanku. Tapi sebuah suara yang begitu keras mengehentikanku..
DAG..BRAKK..BRUKK (?)................

TBC...

No comments:

Post a Comment